MENDAKI GUNUNG PRAU DI BULAN PEBRUARI KENA DENDA !

7 bulan yang lalu    

Ribuan pendaki berada di puncak Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah           Ribuan pendaki berada di puncak Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa                                     Tengah(KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)

            Bagi pendaki yang ingin mendaki gunung Prau jawa tengah di bulan Pebruari 2018 ini harus berpikir ulang. Hal ini dikarenakan ada larangan dan Denda yang diberlakukan oleh Perum Perhutanni, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) kedu Utara kepada seluruh Pendaki. Penutupan ini juga dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan semua basecamp yang tergabung dalam FKPI Gunung Prau. Ada delapan basecamp, berasal dari lima kabupaten berbeda, Yaitu Pranten, Dwarawati, Dieng, kalilembu, Patakbanteng, Igirmranak, Wates dan Kenjuran.

            Larangan mendaki ini merupakan agenda yang sudah rutin diadakan oleh perhutani setiap tahunnya, untuk tahun 2018 penutupan sekaligus pelarangan mendaki dimulai 5 Januari sampai dengan 4 April. Selama penutupan tersebut, perbaikan jalur-jalur pendakian dilakukan oleh basecamp-basecamp. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk keamanan dan kenyamanan para pendaki stelah penutupan. 

            Menurut Herman (perhutani) dan Raybowo (ketua FKPI) menuturkan bahwa penutupan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap alam dengan melakukan reboisasi dan memberikan jeda waktu istirahat untuk gunung setelah didaki selama 9 bulan. Selain itu bagi pendaki yang nekat tetap mendaki saat masa penutupan maka akan dikenakan sanksi Rp 250.000, sedangkan bagi basecamp yang tetap memperbolehkan pendakian pada waktu tersebut akan dikenakan sanksi Rp.500.000 per pendaki.

            Herman juga meminta pendaki yang ingin mendaki gunung Prau agar mengalihkan ke gunung lain. Herman mengajak turut serta para pendaki dalam kegiatan penghijauan selama penutupan berlangsung.

Artikel ini sudah pernah diterbitkan di kompas.com



Artikel Terkait



Komentar Artikel "MENDAKI GUNUNG PRAU DI BULAN PEBRUARI KENA DENDA !"